Sejarah Mitsubishi T120ss Berawal Dari Mitsubishi Delica

Colt T120 adalah varian produk Mitsubishi yang angka penjualannya—di kala itu—terbilang fenomenal. Bagaimana tidak, kehadiran Colt mampu menggantikan posisi Opelet (yang kebanyakan berbasis Opel, Austin, Morris) yang ketika itu sudah menguasai pangsa pasar angkutan umum. Bahkan, karena kepopuleran Colt sebagai angkutan umum pada masa berikutnya, tak jarang sebutan “Colt” itu digunakan masyarakat sebagai metonimia daripada mobil ‘stesen’ (station wagon) atau angkutan umum itu sendiri. Salah satu buktinya, sampai hari ini pun kita dapat melihat jejaknya.

Masa produksi Colt hanya 12 tahun, sejak pertama kali diproduksi pada tahun 1968 (sebagian versi menyatakan 1969) dan berakhir di tahun 1980 (namun penjualan/pemakaian hingga tahun 1981). Nyatanya, fakta di lapangan, produk Jepang itu baru bisa tiba di Indonesia pada tahun 1969 dan mulai beredar di jalanan tanah air—secara umum—pada tahun 1970-1971. Kalaupun ada yang beredar di tahun pertama dan tahun kedua produksi, mungkin juga tidak banyak.

Generasi pertama si Kuda Nippon (colt = anak kuda) ini memiliki tampilan polos dan lugu jika dilihat sekarang, tapi dulu mungkin dinamis dan progresif. Ia menggunakan lampu mata bulat dengan cekungan ke dalam (berbeda dengan VW combi yang lampu bulat gandanya rata dengan plat). Gara-gara tampilan ini, Colt lantas masyhur disebut orang dengan sebutan “Bagong” (di Jawa) atau “Dolak” (di Jabar), dan mungkin ada istilah lain di daerah yang berbeda. Spion bercagak mirip tanduk tidak berubah sampai akhir produksi, hanya beda lengkungan saja. Generasi pertama ini, pada bagian bawah mukanya, tidak menggunakan gril, tapi sudah menggunakan lubang angin buka-tutup.
Adapun generasi pertama varian kedua dibukukan pada tahun 1971. Yang membedakannya adalah; lampu sein model rata beralur dan dibungkus gril sederhana, berbentuk memanjang (Masyarakat kita kadang menyebut “gril” dengan sebutan “kumis”). Adapun pada generasi pertama varian pertama, lampu seinnya lebih kecil dan menonjol, sedikit menyudut di kanan dan kiri pojok kabin. Perbedaan lainnya tidak kentara.
Di negeri asalnya, Colt disebut Delica (kependekan dari “delivery car”) dengan dua varian, pick-up dan station wagon. Namun, Delica station wagon (orang Indonesia menyebutnya stesen) yang diimpor utuh (CBU) ke Indonesia ketika itu jumlahnya tidak banyak. Di antara yang sedikit itu umumnya digunakan oleh BKKBN untuk kampanye KB keliling desa demi desa (juga digunakan kendaraan dinas Camat, bersanding dengan VW Safari, warnanya identik oranye). Namun, Colt yang digunakan Camat umumnya generasi kedua varian kedua alias edisi terakhir).
Delica CBU berbeda dengan kebanyakan Colt stesen yang ada di tanah air yang notabene merupakan hasil karya garapan pabrik karoseri yang dibangun dari sasis pick-up. Delica jenis ini menggunakan pintu geser di samping dan hatch-back di pintu belakang. Mekanik sliding (geser) dan engsel hatch-back-nya persis VW Combi. Kaca kabinnya tidak begitu lebar (juga mirip Combi). Sedangkan lampu stopnya memanjang ke bawah dan berada di pojokan (mirip Chevrolet Trooper/LUV), berbeda sama sekali dengan seluruh varian & generasi Colt T100 maupun T120. Namun, sejak turunnya Surat Keputusan nomor 25/74, tertanggal 22 Januari 1974, mobil CBU—menurut Arkadius Anggalih, tahun 1974, di BPKB Colt masih ada yang terbukukan sebagai CBU—jenis sedang dan station wagon dilarang masuk kecuali dalam wujud wajib CKD (Completely Knock Down). Sebab itulah, Colt Delica kadang disebut juga sebagai “Combi Jepang”. 

Generasi pertama Colt disebut Colt T (Colt T100), menggunakan mesin KE44 dengan isi silinder 1100cc (tepatnya 1,088 cc). Baru pada tahun 1971 (mungkin di pertengahan tahun), varian keduanya muncul dengan perubahan minor pada tampilan depan (gril dan lampu sein), namun ada perubahan prinsip pada mesin, yakni berganti tipe: 4G41 Neptune 86 yang berkapasitas 1378cc. Mesin Neptune adalah mesin Mitsubishi terakhir yang masih menggunakan teknologi OHV dengan blok mesin yang terbuat dari biji besi tuang (cast iron).
Kiranya, kehadiran Colt pick-up (“pikap” atau “bak terbuka”) inilah yang menjadi ladang pengembangan kreasi perusahaan-perusahaan karoseri di Indonesia untuk seterusnya dibentuk menjadi stesen. Adapun karoseri yang membidik pangsa pasar ini cukup banyak, di antaranya adalah: Internasional (yang paling populer, tapi sekarang perusahaannya sudah tidak ada), Podo Joyo, Adi Putro, Indonesia Jaya, Langgeng, ABC, New Armada, Raden, Dwi Bhakti, Tanaking, Sumber Mulya (Bandung), Darma Karya, Berlian Indah Motor, Morning Star (ketiganya di Jakarta). Karoseri Permorin, konon, pernah membuat stesen berbasis  Colt ‘Bagong’ (dan Minicab) dengan dua pintu geser (sliding).

Beberapa bengkel karoseri mencoba kreasi dengan tidak hanya membuat bagian kaca samping dan belakang, melainkan “lebih berani”, yakni merombak bagian depan. Di antarana adalah dengan mengganti gril dengan milik Toyota Corona, berikut lampu kotaknya. Ada juga yang menggunakan lampu Mercy Tiger. Umumnya, pemakaian seperti ini sepaket dengan lampu belakangnya. 
Bagian eksterior Colt, terutama buritan, banyak mengadopsi lampu dan bemper Corona, Corolla, dan Honda Civic (yang sesuai dengan masanya, tahun 1978-1980). Karoseri Internasional, yang paling ngetop di kala itu, menggunakan lampu ekor milik Mazda 808, sampai-sampai ada orang yang beranggapan bahwa itulah lampu ‘asli’ dari Colt T120 stesen. Pelanggan karoseri Podojoyo dan Adiputro yang lampu ekornya minta dipasangi milik MercyTiger—di zaman itu—harus merogoh kocek Rp250.000 lagi karena harga suku cadang yang memang lebih mahal. 
Sementara pada bagian kaca samping dan belakang, ada yang menggunakan dua pilar, tapi yang umum satu saja, yakni pilar sekaligus penyangga pintu tengah. Bentuk kacanya melengkung meskipun ada juga yang menggunakan kaca datar. Adapun kaca belakang relatif sama, tapi ada juga yang menggunakan kaca depan. Jadi, kaca depan dan belakang sama persis.
Sedangkan interior generasi pertama dan generasi kedua Colt T120 relatif sama. Dasbor dan panel meter sewarna hitam dengan panel ganda bermodel bulat untuk spidometer dan kontrol  temperatur, bensin, cas batere/aki, dan oli. Pedal kopling dan rem model injak (mirip truk Mercedes-Benz 911 atau VW Kodok). Varian berikutnya ada perubahan pada panel, yakni berbentuk kotak ganda namun tetap berwarna hitam. 

Bagian eksterior juga berubah. Sejak tahun 1975, lampu Colt menggunakan empat lampu (tidak lagi menggunakan lampu bulat ganda).  Bemper depan menggunakan lampu fog berwarna kuning dengan dua varian (bergantung tahun): ada yang disematkan di balik bemper yang dibolongi; ada yang menggunakan bemper utuh dan posisi lampu fog ada di luar, dan ini model yang terakhir. Sementara lampu utama sudah menggunakan empat lampu, tapi pedal masih injak untuk pengeluaran hingga tahun 1974. Sesudah itu, Colt menggunakan pedal gantung hingga edisi terakhir, 1981.
Baru pada tahun 1978 ada perubahan lagi. Sejak tahun itu, generasi kedua varian kedua ini mengalami perubahan final hingga pemutusan rantai produksi di tahun 1981 dengan beberapa perubahan. Perubahan itu di antaranya adalah; lampu fog warna kuning dipasang di luar bemper; odometer berbentuk kotak ganda berwarna cokelat; tujuh digit angka pada odometer (enam angka untuk ratusan; satu angka untuk puluhan meter [untuk suku cadang asli menggunakan total enam digit untuk odometer dan tanpa buzzer alarm untuk kecepatan 80 km/jam]); pedal rem dan kopling menggunakan model gantung; ada penambahan pilar dan penambahan kaca segitiga.

Dengan produksi varian terakhir yang berakhir di tahun 1981 (tapi sebagian masih dipasarkan tahun 1981 dengan tahun produksi 1980, ketika Mitsubishi mulai menyiapkan L300 bensin), Colt T120 telah mengalami puncak penjualan yang fantastis, yaitu angka penjualan lebih dari 500.000 unit. Modelnya juga beragam, mulai dari stesen (untuk penumpang), pikap (untuk angkutan barang), krakap (untuk angkutan umum [model bak belakang masih utuh hanya dipasangi kursi hadap-hadapan atau dikosongkan untuk angkutan barang dengan penutup dari besi), serta kabin ganda atau double cabin (untuk angkutan orang sekaligus barang). Dengan kejayaan ini,  terutama pada penjualan model pikap-nya, wajar jika Mitsubishi punya slogan: “Yang terbesar untuk ‘truk kecil’ di jalan raya” atau “raja jalanan”.

Lalu selanjutnya di tahun 90-an hingga 2000-an mitsubishi motors merilis kembali mitsubishi colt dengan desain kekinian dengan spesifikasi mesin 1500cc pada era 90 tepatnya yang dimana bodi yang tidak seperti colt sebelumnya masih tampak kaku, serta lampu-lampu yang semakin modern bahkan interior kabin depan yang berubah total untuk kenyamanan driver maupun penumpang. Namun di era 91-an sampai dengan 97-an mitsubishi motors tidak memakai lagi platina dalam sistem pengapiannya tetapi mereka menadaptasikan sistem pengapian CDI yang dimana berbarengan dengan suzuki yaitu futura 1.3. lebih besar tenaga mitsubishi T120ss bukan? dan dengan sistem pengereman depan yang sudah menggunakan disc brake semakin aman lagi mobil ini di pakai berbagai medan.

Kembali ke fungsional mobil mitsubishi T120ss ini terdapat pick-up ,transportasi umum, dan pribadi yang dimana masih bekerja sama dengan pihak-pihak cabin di indonesia untuk pembuatan transportasi umum dan mini busnya namun ada pengaplikasian yang berbeda dari minibus sebelumnya yang menggunakan kipas angin untuk pendingin kabin kini bisa memakai AC untuk pendinginan kabinnya bahkan bisa untuk double blower. Tentunya pada era tersebut penjualan semakin melesat tapi semenjak adanya krisis moneter yang melanda di tahun 97 produksi tidak terlalu di genjarkan kembali, namun pihak mitsubishi motor merilis kembali dengan mesin baru yang dimana lebih modern, irit, bertenaga, dan sangat ramah lingkungan dari sebelumnya.

Yap, mungkin kalian sudah menebak inovasi pada mesin di tahun 97-an mitsubishi motors menggantikan dari sistem karbulator menjadi sistem injection dan tebakan itu benar karena perpu yang dimana gas buang harus semakin rama lingkungan mejadikan pabrikan ini pun mengadaptasi mesin 1500cc nya menjadi fuel injection masih dengan 4 silinder dan desain bodi yang sama.

Namun ada yang tampak berbeda yaitu dari grill depan yang sebelumnya polos kini didesain dengan tampak lebih kece dengan sirip-sirip/kotak-kotak untuk angin agar tidak terlalu tertabrakan dan bisa masuk ke dalam kabin untuk yang tidak menggunakan AC. dengan di aplikasikan fuel injection tentunya odometer pun berubah dari segi tampilan dalamnya nya namun masih bentuk yang sama. Lalu di tahun 2015-an mitsubishi motors mengikuti suzuki dengan model pick-up yang baknya semakin lebar tentunya kuat juga, hingga di tahun memasuki 2019 ada kabar yang mungkin untuk pencinta mini bus mitsubishi dari awal delica, colt hingga sekarang ini ,merupakan kabar yang sangat tidak baik.

Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari dua Agen Pemegang Merek (APM) mobil di Tanah Air yaitu PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI). Beredar informasi bahwa Suzuki dan Mitsubishi dalam waktu dekat akan memberhentikan produksi dan memasarkan satu model pickup-nya yaitu Carry dengan Colt T120SS. Kedua mobil pickup legendaris ini menggunakan platfom yang sama. Keputusan tersebut terpaksa diambil oleh kedua pabrikan mobil asal Jepang itu, karena baik Suzuki Carry maupun Mitsubishi Colt T120SS tidak bisa memenuhi standar emisi gas buang Euro4 seperti yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan NO.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 .

Suzuki Carry pickup diproduksi di pabrik Suzuki di Tambun, Bekasi, sejak 1989. Tidak ada informasi pasti sudah berapa banyak total produksi Suzuki Carry pickup. Namun yang pasti Carry pickup merupakan salah satu model keluaran SIS dengan kontribusi penjualan terbesar. Sejak diluncurkan sampai saat ini, Suzuki telah melakukan sejumlah penyegaran ringan. Bila diperhatikan bentuknya terlihat sama seperti awal kemunculannya.

Seiring berjalannya waktu serta semakin meningkatnya kebutuhan pelanggan, Suzuki menawarkan dua tipe Carry pickup yaitu Carry pickup wide deck dan flat deck. Perbedaan keduanya hanya pada kapasisitas daya angkut barang.

Mitsubishi Colt T120SS mulai diproduksi pada 1997 pabrik Mitsubishi di Pulo Gadung. Sejak awal sampai sekarang total Colt T120SS yang sudah diproduksi sebanyak 324.960 unit. Meski menggunakan platform yang sama dengan Suzuki Carry pickup, tapi pabrikan berlogo tiga berlian itu memilih untuk memberikan sedikit sentuhan dibagian eksterior, interior, dan mesin sebagai pembeda.

Mesin dan Harga

Suzuki Carry pickup dibekali dengan mesin jenis G15A berkapasitas 1.493 cc empat silinder. Mesin ini mampu mengeluarkan tenaga sekuat 78.8 ps pada 5.500 rpm dan torsi puncak 78.8 ps pada 5.500 rpm. Suzuki Carry pickup wide deck tersedia dalam dua varian yaitu Non Torii dan With Torii, harga yang ditawarkan Rp134 juta. Sedangkan untuk Suzuki Carry tipe flat deck dipasarkan dengan harga Rp96,5 juta untuk varian Non Torri CH, sedangkan Flat Deck Non Torii dan Flat Deck With Torii dihargai Rp133 juta.

Sementara itu Mitsubishi Colt T120SS awalnya menggunakan mesin Orion 4G17 SOHC 12 valve berkapasitas 1.343 cc. Mesin ini diklaim mampu mengeluarkan tenaga 78 ps pada 6.000 rpm dan torsi 107 Nm pada 3.500 rpm. Sekira 2004, Mitsubishi melakukan penyegaran, salah satu bagian yang mengalami perubahan besar yaitu mesin. Mitsubishi Colt T120SS versi terbaru dibekali mesin Orion 4G15 SOHC 12 valve berkapasitas 1.468 cc. Beda dari generasi sebelumnya, mesin ini sudah injeksi dan memiliki daya sebesar 86 ps pada 5.750 rpm dan torsi 120 Nm pada 3.750 rpm.

Dikutip dari situs Mitsubishi, tertera Colt T120SS ditawarkan dalam empat varian. Di antaranya Colt T120SS Bus Chassis seharga Rp117,5 juta, 1.5 L 3 Way Wide Deck Rp115 juta, 1.5 L Standard Pick Up Flatbed Rp114 juta, dan 1.5 L Standard Pick Up Rp112,5 juta.

Sampai saat ini belum diketahui apakah kedua pabrikan telah menyiapkan penggantinya atau bahkan sebaliknya. Apabila Suzuki Carry pickup disuntik mati maka secara otomatis SIS hanya menjual Mega Carry untuk bertanding segmen pick up. Sedangkan Mitsubishi akan mengandalkan L300.

Sumber :

ames Luhulima, Sejarah Mobil & Kisah Kehadiran Mobil di Negeri ini, Buku KOMPAS,  2012

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Buku Petunjuk Bagi Pemilik Mitsubishi Colt T120, tanpa tahun

http://wikipedia.com    

http://titosdupolo.blogspot.co.id

 https://www.carmudi.co.id/journal/mengenang-suzuki-carry-dan-mitsubishi-colt-t120ss-yang-segera-disuntik-mati/

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started